Selasa, 04 Juni 2013

STRATEGI PELAKSANAAN PASIEN JIWA

FORMAT  PELAKSANAAN  TINDAKAN  KEPERAWATAN
                         (Strategi Pelaksanaan)


    A.   Proses Keperawatan
Kondisi klien:

Diagnosa Keperawatan:
  1. Resiko perubahan sensori persepsi berhubungan dengan menarik diri.
  2. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
  3. Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan tidak efektifnya koping individu : koping defensif.

Tujuan khusus:
  1. Membina hubungan saling percaya.
  2. Menyebutkan penyebab menarik diri.
  3. Menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain.
  4. Melakukan hubungan sosial secara bertahap, klien – perawat, klien – kelompok, klien – keluarga.
  5. Mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain.
  6. Memberdayakan sistem pendukung
  7. Menggunakan obat dengan tepat dan benar

Tindakan Keperawatan:
  1. Bina hubungan saling percaya
  2. Berikan perhatian dan penghargaan
  3. Dengarkan klien dengan empati : berikan kesempatan bicara (jangan di buru-buru), tunjukkan perawat mengikuti pembicaraan klien.
  4. Bicara dengan klien penyebab tidak mau bergaul dengan orang lain.
  5.  Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri.
  6. Diskusikan keuntungan bergaul dengan orang lain.
  7. Bantu klien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki klien untuk bergaul.
  8. Lakukan interaksi sering dan singkat dengan klien (jika mungkin perawat yang sama).
  9. Motivasi / temani klien untuk berinteraksi / berkenalan dengan klien / perawat lain. beri contoh cara berkenalan.
  10.  Tingkatkan interaksi klien secara bertahap (satu klien, dua klien, satu perawat, dua perawat, dan seterusnya).
  11. Libatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok, sosialisasi.
  12. Bantu klien melakukan aktivitas hidup sehari-hari dengan interaksi.
  13. Fasilitas hubungan klien dengan keluarga secara terapeutik.
  14. Diskusikan dengan klien setiap selesai interaksi/kegiatan.
  15. Beri pujian akan keberhasilan klien.




B.   Proses Pelaksanaan Tindakan (Strategi Komunikasi)
Orientasi    :
·         Salam terapeutik :

·         Evaluasi validasi
·         Kontrak (topik, waktu, tempat)
Kerja          : Sesuai dengan langkah-langkah tindakan keperawatan
Terminasi  :     
·        Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan                     
     * respon   subjeltif
    * respon objektif
·        Tindak lanjut
·        Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat)

TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA

Masalah
Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk
Keluarga

Isolasi Sosial










Pasien
SP I p
1.      Membina hubungan saling percaya
2.      Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien   
3.      Berdiskusi dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain
4.      Berdiskusi dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
5.      Mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang
6.      Menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincan dengan orang lain dalam kegiatan harian.
SP II p
1.      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien.
2.      Memberikan kesempatan kepada pasien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang.
3.      Membantu pasien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

SP III p
1.      Mengevaluasi jadwal kegiantan harian pasien
2.      Memberikan kesempatan kepada berkenalan dengan dua orang atau lebih
3.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Keluarga
SP I k

1.      Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2.      Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala isolasi sosial yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.      Menjelaskan cara-cara merawat pasien isolasi sosial


SP II k
1.   Melatih keluarga mempraktekkasn cara merawat pasien dengan isolasi sosial.
2.   Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien isolasi social
SP III K
1.     Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat [discharge planning]
2.     Menjelaskan follow up pasien setelah pulang




Masalah
Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk
Keluarga

Harga Diri
Rendah




Pasien
SP I p
1.      Membina hubungan saling percaya
2.      Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
3.      Mermbantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan
4.      Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien
5.      Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih
6.      Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien
7.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP II p
1.      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.      Melatih kemampuan kedua
3.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Keluarga
SP I k
1.     Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.     Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.     Menjelaskan cara-cara merawat pasien harga diri rendah


SP II k
1.     Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah
2.     Melatih keluarga melakukan cara perawat langsung kepada pasien harga diri rendah

SP III k
1.     Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat [discharge planning]
2.     Menjelaskan follow up pasien setelah pulang




Masalah
Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk
Keluarga

Halusinasi












Pasien
SP I p
1.      Membina hubungan saling percaya
2.      Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien
3.      Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
4.      Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
5.      Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
6.      Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi
7.      Mengidentifikasi respons pasien terhadap halusinasi
8.      Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
9.      Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian

SP II p
1.      Mengvaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.      Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain
3.      Menganjukan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP III p
1.      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.      Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatyan [kegiatan yang biasa dilakukan pasien]
3.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP IV p
1.      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.      Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur
3.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Keluarga
SP I k
1. Mendiskusikan          masalah
    yang dirasakan       keluarga
    dalam merawat pasien
2. Menjelaskan      pengertian,  
    tanda dan gejala
    halusinasi, dan jenis
    halusinasi yang dialam
    pasien beserta proses
    terjadinya
3. Menjelaskan cara-cara
    merawat pasien      halusinasi

SP II k
1.   Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan Halusinasi
2.   Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien Halusinasi

SP III k
1.   Membantu kelaurga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat [discharge planning]
2.   Menjelaskan follow up pasien setelah pulang



Masalah
Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk
Keluarga

Defisit
Perawatan
Diri

Pasien

SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri
  3. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
  4. Membantu pasien mempraktekan cara menjaga kebersihan diri
  5. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP II p
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Menjelaskan cara makan yang baik
  3. Membantu pasien mempraktekkan cara makan yang baik
  4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP III p
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Menjelaskan cara eliminasi yang baik
  3. Membantu pasien mempraktekkan cara eliminasi yang baik dan memasukkan dalam jadwal
  4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP IV p
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Menjelaskan cara berdandan
  3. Membantu pasien mempraktekkan cara berdandan
  4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Keluarga

SP I k
  1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala defisit perawatan diri, dan jenis defisit perawatan perawatan diri yang dialami pasien
  3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien defisit perawatan diri

SP II k
  1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan defisit perawatan diri
  2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien defisit perawatan diri

SP III k
  1. Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat [discharge planning]
  2. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang



Masalah
Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk
Keluarga

Waham

SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Membantu orientasi realita
  3. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
  4. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya
  5. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP II p
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki
  3. Melatih kemampuan yang dimiliki

SP III p
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur
  3. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian


SP I k
  1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala waham, dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya
  3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham

SP II k
  1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan waham
  2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien waham

SP III k
  1. Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat
  2. Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga.












Masalah Keperawatan
Tindakan Keperawatan untuk Pasien
Tindakan Keperawatan untuk Keluarga

Resiko Bunuh Diri

SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien
  3. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
  4. Melakukan kontrak treatment
  5. Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
  6. Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri

SP II p
  1. Mengidentifikasn aspek positif pasien
  2. Mendorong pasien untuk berpikir positif terhadap diri
  3. Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga

SP III p
  1. Mengidentifikasi pola coping yang biasa diterapkan pasien
  2. Menilai pola coping yang biasa dilakukan
  3. Mengidentifikasi pola coping yang konstruktif
  4. Mendorong pasien memilih pola coping yang konstruktif
  5. Menganjurkan pasien menerapkan pola coping konstruktif dalam kegiatan harian

SP IV p
  1. Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien
  2. Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis
  3. Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis



SP I k
  1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala resiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
  3. menjelaskan cara-cara merawat pasien resiko bunuh diri

SP II k
  1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri
  2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien resiko bunuh diri

SP III k
  1. Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat
  2. Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga




Masalah
Keperawatan
Tindakan Keperawatan untuk Pasien
Tindakan Keperawatan untuk Keluarga

Perilaku
Kekerasan

SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Mendiskusikan penyebab PK
  3. Mendiskusikan tanda dan gejala PK
  4. Mendiskusikan PK yang biasanya dilakukan
  5. Mendiskusikan akibat PK
  6. Melatih  mencegah PK dengan cara fisik: tarik nafas dalam
  7. Memasukkan ke jadwal kegiatan harian

SP II p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian dalam mencegah PK secara fisik
  2. Melatih cara sosial untuk mengekspresikan marah
  3. Menganjurkan pasien memasukkan ke jadwal kegiatan harian

SP III p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian mencegah PK dengan cara sosial
  2. Melatih cara spiritual untuk mencegah PK
  3. Menganjurkan memasukkan ke jadwal kegiatan harian

SP IV p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian mencegah PK dengan cara spiritual
  2. Mendiskusikan manfaat obat
  3. Menjelaskan kerugian jika tidak patuh obat
  4. Menjelaskan 5 benar dalam pemberian obat

SP I k
  1. Mengidentifikasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan peran serta keluarga dalam merawat pasien
  3. Menjelaskan cara merawat PK

SP II k
  1. Melatih keluarga merawat PK
  2. Menjelaskan tentang obat untuk mengatasi PK*

SP III k
  1. Menjelaskan sumber rujukan yang tersedia untuk mengatasi anak PK
  2. Mendorong untuk memanfaatkan sumber rujukan yang tersedia.

* Jika pasien mendapatkan obat untuk mengatasi agitasi


Perilaku Kekerasan pada Anak
Masalah
Keperawatan
Tindakan Keperawatan untuk Pasien
Tindakan Keperawatan untuk Keluarga
Resiko Perilaku
Kekerasan
SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Mendiskusikan penyebab PK anak
  3. Mendiskusikan tanda dan gejala PK anak
  4. Mendiskusikan PK yang biasanya dilakukan oleh anak
  5. Mendiskusikan akibat PK
  6. Melatih anak mencegah PK dengan cara fisik: tarik nafas dalam
  7. Memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP II p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian dalam mencegah PK secara fisik
  2. Melatih cara sosial untuk mengekspresikan marah
  3. Menganjurkan pasien memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP III p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian mencegah PK dengan cara sosial
  2. Melatih cara spiritual untuk mencegah PK
  3. Menganjurkan memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP IV p
  1. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian mencegah PK dengan cara spiritual
  2. Mendiskusikan manfaat obat
  3. Menjelaskan kerugian jika tidak patuh obat
  4. Menjelaskan 5 benar dalam pemberian obat
SP I k
  1. Mengidentifikasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan peran serta keluarga dalam merawat pasien
  3. Menjelaskan cara merawat anak PK
SP II k
  1. Melatih keluarga merawat anak PK
  2. Menjelaskan tentang obat untuk mengatasi PK*
SP III k
  1. Menjelaskan sumber rujukan yang tersedia untuk mengatasi anak PK
  2. Mendorong untuk memanfaatkan sumber rujukan yang tersedia.

* Jika pasien mendapatkan obat untuk mengatasi agitasi



Depresi pada Anak
Masalah Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk Keluarga
Resiko Bunuh Diri
SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Membina hubungan saling percaya dengan anak
  3. Membantu memodifikasi pikiran negatif
  4. Mencegah perilaku merusak diri
SP II p
  1. Mengidentifikasi pola pikir negatif yang masih ada
  2. Membantu memodifikasi pikiran negatif
  3. Mencegah perilaku merusak diri
SP III p
Meningkatkan harga diri anak:
  1. Membantu anak mengidentifikasi aspek positif diri
  2. Membantu anak mengembangkan cita-cita dan masa depannya
  3. Membantu anak merencanakan masa depannya
  4. Memberikan reinforcement kemampuan anak
SP IV p
  1. mendiskusikan pentingnya perawatan diri
  2. Mendiskusikan cara-cara perawatan diri
  3. Mendiskusikan dan mendorong pelaksanaan perawatan diri
SP I k
1. Membina hubungan saling
    percaya
2. Menjelaskan masalah resiko
    bunuh diri pada anak.
3. Menjelaskan cara
    mencegah bunuh diri anak
4. Mendorong keluarga untuk
    mengawasi anak secara
    ketat.
SP II k
1.            Menjelaskan cara   mendukung anak mengubah pola pikir negatif
2.            Menjelaskan cara mendukung anak mengubah pola pikir negatif
3.           Menganjurkan memberikan dukungan pada anak
SP III k
1.           Menjelakan tahap perkembangan anak
2.           menjelaskan fasilitasi perkembangan yang bisa dilakukan keluarga
3.           Menjelaskan dan mendorong keluarga mencegah bunuh diri pada anak
4.           Menjelaskan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga



Demensia pada Lansia
Masalah Keperawatan
TIndakan Keperawatan untuk Pasien
Tindakan Keperawatan untuk Keluarga
Gangguan Proses Pikir:
Pikun
SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Membina hubungan saling percaya
  3. Mengorientasikan waktu, tempat, orang di sekitar pasien
  4. Memberikan pujian pada pasien
SP II p
  1. Mengorientasikan waktu, tempat, orang di sekitar pasien
  2. Melatih pasien dalam perawatan diri
  3. Melatih pasien menyusun jadwal kegiatan harian
SP III p
  1. Mengorientasikan waktu, tempat, orang
  2. Mendiskusikan jadwal kegiatan harian
  3. Mendorong upaya perawatan diri
SP I k
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Menjelaskan masalah demensia pada lansia
  3. Menjelaskan cara perawatan lansia demensia
  4. Melatih keluarga merawat lansia dengan demensia
SP II k
  1. Mengevaluasi perawatan yang dilakukan oleh keluarga terhadap lansia
  2. Mengidentifikasi kendala yang dihadapi
  3. Mencari solusi cara perawatan yang lebih efektif
  4. Mendorong keluarga menerapkan solusi yang telah ditetapkan
  5. Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga



Depresi pada Lansia

Masalah
Keperawatan
TIdnakan Keperawatan untuk Pasien
TIndakan Keperawatan untuk Keluarga
Resiko Bunuh Diri
SP I p
  1. Membina hubungan saling percaya
  2. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien
  3. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
  4. Melakukan kontrak treatment
  5. Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
  6. Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri
SP II p
  1. Mengidentifikasi aspek positif pasien
  2. Mendorong pasien untuk berpikir positif terhadap diri
  3. Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga
SP III p
  1. Mengidentifikasi pola coping yang biasa diterapkan pasien
  2. Menilai pola coping yang biasa dilakukan
  3. Mengidentifikasi pola coping yang konstruktif
  4. Mendorong pasien memilih pola coping yang konstruktif
  5. Menganjurkan pasien menerapkan pola coping konstruktif dalam kegiatan harian
SP IV p
  1. Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien
  2. Mengdentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis
  3. Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis
SP I k
  1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
  2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala resiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
  3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien resiko bunuh diri
SP II k
  1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri
  2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien resiko bunuh diri
SP III k
  1. Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat
  2. Mendjiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar